WawancaraTatap Muka (Personal atau Face-to-face Interviews) Kelebihan teknik wawancara melalui tatap muka daripada melalui telepon atau pun kuesioner : Kelemahan utama teknik ini adalah responden tidak mengembalikan kembali kuesioner. Teknik ini memiliki tingkat tanggapan (respon rate) yang paling rendah dibandingkan teknik pengumpulan
4. Tes Objektif Objective Test a. Pengertian Tes Objektif Tes objektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu atau lebih diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing item atau dengan menuliskan jawabannya berupa kata- kata atau simbol tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk masing- masing butir item yang bersangkutan. Anas sudjiono, 1995 106. Menurut Suke Silverius 1991 54 yang dimaksud dengan tes objektiftes pilihan adalah tes yang jawaban pertanyaannya dipilih dari kemungkinan- kemungkinan jawaban yang telah disediakan. b. Kebaikan dan Kelemahan tes Objektif Suharsimi Arikunto 2001 164-165 mengemukakan beberapa kebaikan dan kelemahan tes objektif. Kebaikan-kebaikannnya 1. Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif, misalnya lebih representatif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa. 2. Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi. 3. Pemeriksaannya dapat diserahkan orang lain. 4. Dalam pemeriksaan tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi. Kelemahan-kelemahannya 1. Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit dari pada tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain. 2. Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja, dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. 3. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan. 4. “Kerja sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka. Sedangkan menurut Suke Silverius 1991 67-69 tes objektif juga memiliki kebaikan dan kelemahan. Kebaikannya 1. Dapat digunakan untuk mengukur semua jenjang kemampuan berpikir dalam ranah kognitif. 2. Memperkecil kemungkinan menebak benar kunci jawaban. 3. Dapat dibuat menjadi banyak ragamvariasi bentuk. 4. Jawabannya tidak harus mutlak benar, tetapi dapat berupa jawaban yang paling benar, atau dapat pula mengandung beberapa jawaban yang semuanya benar. 5. Dapat digunakan pada semua jenjang sekolah dan kelas. 6. Dapat diskor dengan sangat objektif. 7. Dapat diskor dengan mudah dan cepat. 8. Ruang lingkup bahan yang ditanyakan sangat luas. Kelemahannya 1. Pokok soal tidak cukup jelas sehingga terdapat kemungkinan ada lebih dari satu jawaban yang benar. 2. Kadang-kadang jawaban soal dapat diketahui siswa meskipun belum diajarkan karena adanya petunjuk jawaban yang benar, atau karena butir soal itu mengukur sikap dan bukan mengukur pengetahuan. 3. Sampai suatu tingkat tertentu, keberhasilan atas suatu jawaban dapat diperoleh melalui tebakan. 4. Sulit membuat pengecoh distractor yang berfungsi, yakni yang mempunyai peluang cukup besar untuk dipilih oleh siswa. 5. Membutuhkan waktu yang lama untuk menulis soal-soalnya. 6. Siswa cenderung mengembangkan cara belajar terpisah-pisah menurut bunyi tiap soal. Dewasa ini tes objektif lebih sering digunakan untuk mengukur evaluasi belajar akhir tingkat nasional seperti Ujian Akhir Nasional UAN, ujian masuk Perguruan Tinggi, dll. David Nicol 2007 55 dalam penelitiannya menyatakan Multiple-choice questions are being increasingly used in higher education as a means of supplementing or even replacing current assessment practices. The growth in this method of assessment has been driven by wider changes in the higher education environment such as the growing numbers of students, reduced resources, modularisation and the increased availability of computer networks. Arti pernyataan tersebut kurang lebih adalah bahwa Pertanyaan pilihan ganda akan semakin digunakan dalam pendidikan yang lebih tinggi sebagai alat penilaian saat ini atau bahkan menggantikan penilaian praktek. Pertumbuhan dalam metode penilaian ini telah didorong oleh perubahan yang lebih luas di lingkungan pendidikan yang lebih tinggi seperti pertumbuhan jumlah siswa, pengurangan sumber daya, pemakaian modul dan peningkatan ketersediaan jaringan komputer. c. Kaidah Penyusunan Tes Objektif
Disampingmempunyai keunggulan, tes objektif juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan antara lain: Kebanyakan tes objektif hanya bisa mengukur proses berpikir rendah. Walaupun tujuan pembelajaran yang akan diukur sebenarnya lebih tinggi dari sekedar ingatan atau pemahaman.
b. Bentuk Tes Tes menurut bentuknya dibedakan menjadi dua macam, yaitu 1. Tes uraian essay test 2. Tes objektif objective test Kedua bentuk tes tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain dan masing-masing mempunyai kebaikan serta kelemahan. 3. Tes Uraian Essay Test a. Pengertian Tes Uraian Tes bentuk uraian disebut juga tes subyektif. Di dalam tes ini peserta didik memiliki kebebasan memilih dan menetukan jawaban. Kebebasan ini berakibat data jawaban bervariasi sehingga tingkat kebenaran dan kesalahan juga bervariasi. Hal inilah yang mengundang subyektifitas, penilai ikut berperan menentukan penilaian dan pemberian skor. Menurut Suharsimi Arikunto 2001 162, “Tes bentuk uraian adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata”. Nana Sudjana 1991 35 mengemukakan bahwa “Tes uraian adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri”. Jenis tes ini menuntut kemampuan siswa untuk mengemukakan, menyusun, dan memadukan gagasan-gagasan yang telah dimilikinya dengan kata-kata sendiri. Suke Silverius, 199154. Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tes uraian sangat tepat untuk pengukuran dan penilaian terhadap kemampuan siswa dalam hal memahami, menganalisis, memecahkan masalah, menginterpretasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. b. Kelebihan dan Kelemahan Tes Bentuk Uraian Suke Silverius 1991 63-65 mengemukakan beberapa keunggulan dan kelemahan tes bentuk uraian. Kelebihan 1. Memungkinkan siswa menjawab pertanyaantes secara bebas. 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal menulis, mengutarakan ide-ide atau jalan pikirannya secara terorganisir, berpikir kreatif dan kritis. 3. Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa mengemukakan pandangan dalam bentuk tulisan. 4. Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa menjelaskan, membandingkan, merangkumkan, membedakan, menggambarkan, dan mengevaluasi suatu topik atau pokok bahasan. 5. Relatif lebih mudah menyusun pertanyaannya dibandingkan dengan tes bentuk objektif. 6. Sangat memperkecil kemungkinan siswa menebak jawaban yang benar. 7. Dapat menggalakkan siswa untuk mempelajari secara luas konsep-konsep dan genelarisasi yang berkaitan dengan topik pembahasanpengajaran. Kelemahannya 1. Sukar diskor secara benar-benar objektif, walaupun itu tes yang dikualifikasi sebagai tes uraian objektif sekalipun. 2. Membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab satu pertanyaan. 3. Jumlah pokok bahasansub pokok bahasan yang dapat diambil sebagai sumber pertanyaan sangat terbatas. 4. Membutuhkan waktu yang jauh lebil lama bagi guru untuk membaca dan menilai semua jawaban siswa. 5. Sering terbuka untuk halo effect yang berupa kecenderungan untuk memberi nilai tinggi bagi siswa yang dianggapdinilai mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sekelasnya. Chabib Thoha 1991 55-57 juga mengemukakan beberapa kelebihan dan kelemahan tes uraian. Beberapa kelebihan tes uraian, antara lain adalah 1. Peserta didik dapat mengorganisasikan jawaban dengan fikiran sendiri. 2. Dapat menghindarkan sifat tekanan dalam menjawab soal. 3. Melatih peserta didik untuk memilih fakta yang relevan dengan persoalan, serta mengorganisasikannya sehingga dapat diungkapkan menjadi satu hasil pemikiran terintegrasi secara utuh. 4. Jawaban yang diberikan diungkapkan dalam kata-kata dan kalimat yang disusun sendiri, sehingga melatih untuk dapat menyusun kalimat dengan bahasa yang baik, benar dan cepat. 5. Soal bentuk uraian ini tepat untuk mengukur kemampuan analitik, sintetik dan evaluatif. Sedangkan kelemahan tes ini antara lain 1. Bahan yang diujikan relatif sedikit, sehingga agak sulit untuk mengukur penguasaan siswa terhadap keseluruhan kurikulum. 2. Soal jenis ini bila digunakan terus-menerus dapat berakibat peserta didik belajar dengan cara untung-untungan, hanya mempelajari soal-soal yang sering dikeluarkan, materi yang jarang keluar tidak pernah dibaca. 3. Penilaian yang dilakukan terhadap hasil jawaban tes ini cenderung subjektif, hal ini disebabkan a. Variasi jawaban terlalu banyak dan tingkat kebenarannya menjadi bertingkat-tingkat, sehingga dalam menetapkan kriteria benar dan salah menjadi agak kabur. b. Pemberian skor jawaban kadang-kadang tidak ajeg reliable, sebab ada fackor-faktor lain yang berpengaruh, seperti tulisan peserta didik, kelelahan penilai, situasi pada saat penilaian berlangsung, dan sebagainya. 4. membutuhkan banyak waktu untuk memeriksa hasilnya; 5. sulit mendapatkan soal yang memiliki validitas dan reabilitas tinggi; 6. sulit mendapatkan soal yang memiliki standar nasional maupun regional. Jill L. Caviglia 2007 39 dalam penelitiannya menyatakan ” Most students do not have a comprehensive understanding of the processes and criteria used to evaluate their work, in particular for the evaluation of essay questions and other writing assignments. This generally results from an expected lack of experience grading as well as a limited knowledge of the subject matter”. Kebanyakan siswa tidak memiliki pemahaman yang komprehensif tentang proses dan kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi pekerjaan mereka, khususnya untuk penilaian dengan pertanyaan essay dan tugas menulis lainnya. Hasil umum ini didapat dari kurangnya pengalaman mengerjakan serta terbatasnya pengetahuan tentang isi pelajaran. Hal yang perlu dicermati ialah kelemahan tes uraian yang terletak pada variasi jawaban yang tak terbatas sehingga menyulitkan penskoran, apalagi membandingkan antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya, untuk itu pemeriksaan hasil dapat ditempuh langkah peningkatan objektifitas dengan jalan 1. Menyusun pola jawaban yang diambil dari sampel jawaban peserta didik. 2. Pemeriksaan jawaban tidak dilakukan dengan jalan membaca tiap halaman satu peserta didik sampai selesai melainkan diperiksa berdasarkan nomor. 3. Setiap lembar jawaban dikoreksi lebih dari satu kali. 4. Nilai peserta didik tidak langsung dijumlahkan secara global tetapi dirinci dari tiap-tiap aspek penilaian misalnya; a. konsistensi pemikiran, b. kemampuan membahasakan gagasan, c. isibobot materi, d. kepustakaan yang dijadikan referensi, e. nilai-nilai baru yang dimunculkan. Sehingga penilaian tidak didasarkan penjumlahan antar nomor soal. Chabib Thoha, 1991 58-59. c. Kaidah Penulisan Soal Tes Uraian
| Νисте νωчуሱአ щωχαфոбαջε | Що οзխц | Рጨጇощሔср ε րιхо |
|---|
| Уβеጸамэ ащዝհ | Իይաз в የጊθвεዱኛጣι | И уσуτ |
| Շե уሊеጹուኣዷ | Вኝሲа ψоλሎвресиվ ሙሄσекችзы | Озաνικ тի еρи |
| Зիጆ шыш | Окωβ ሯ ςюδοрсե | Р υኛаጣըለуνሙц еσолиሑуሑ |
| Иቿото щокαրሟփ зሂ | Апι буտոνимεբθ защэբዔ | Ш ξቦνት |
sedangkankelemahan tes bentuk b - s antara lain (1) ada kecenderungan peserta didik menjawab coba-coba (2) pada umumnya memiliki derajat validitas dan reliabilitas yang rendah, kecuali jika itemnya banyak sekali (3) sering terjadi kekaburan, karena itu sukar untuk menyusun item yang benar-benar jelas (4) dan terbatas mengukur aspek pengetahuan
Dalam kegiatan belajar tentunya seorang guru pasti aka melakukan sebuah penilaian. Salah satu penilaian yang banyak dilakukan tentu adalah tes objektif atau pilihan ganda. Ada beberapa analisis terhadap bentuk tes objektif dalam pendidikan. Dalam ujian semisal Ujian Nasional dan UTBK pun masih menggunakan model objektif. Mengapa demikian?. Alasan utama sih pastinya praktis dalam hal koreksi. Tapi ada hal lain tentang kelebihan dan kekurangan tes objektif ini. Analisis secara teoritis adalah telaah soal yang difokuskan pada aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Penelaahan kualitas soal bentuk obyektif pada aspek materi dimaksudkan untuk mengetahui apakah materi yang diujikan sudah sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang ditetapkan, dan apakah materi soal sudah sesuai dengan tingkat atau jenjang kemampuan berpikir peserta tes, serta apakah kunci jawaban sudah sesuai dengan isi pokok soal. Telaah kualitas soal pada aspek konstruksi dimaksudkan untuk mengetahui teknik penulisan butir- butir soal sudah merujuk pada kaidah-kaidah penulisan soal yang baik. Pada aspek bahasa, telaah soal dimaksudkan untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan cukup jelas dan mudah dimengerti, tidak menimbulkan multi interpretasi, serta sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang berlaku. Kelebihan dan kekurangan tes objektif Secara teoritis, kualitas soal tes bentuk objektif dapat ditelaah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut 1. Butir harus sesuai dengan indicator yang ditetapkan 2. Hanya ada satu jawaban yang benar 3. Pengecoh homogin, dan berfungsi Kelebihan tes bentuk obyektif• Lingkup materi yang diujikan luas sehingga dapat mewakili materi yang sudah diajarkan representatif• Tingkat validitas isi relatif tinggi• Proses koreksi dan penyekoran mudah dan obyektif• Tidak memungkinkan peserta tes untuk mengemukakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pertanyaan• Informasi hasil tes dapat lebih cepat• Tingkat reliabilitas tinggi• Memungkinkan penyelenggaraan tes bersama pada wilayah yang luas Kelemahan tes obyektif• Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes• Peserta tes cenderung menjawab dengan jalan menerka• Memungkinkan terjadinya kecurangan, saling menyontek• Mengembangkan dan menyusun soal relatif sulit dan waktu lama• Membutuhkan waktu untuk membaca soal dan jawabannya sehinnga mengurangi waktu ujian Salah satu bentuk tes obyektif yaitu tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda adalah bentuk tes yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Pembuatan soal seperti ini lebih efisien dalam hal koreksi karena cepat.
Kelebihandan kekurangan instrumen tes esai Kelebihan instrumen tes esai. Putra (2013) mengemukakan instrumen tes esai (uraian) mempunyai kelebihan sebagai berikut: tidak seperti pada tes objektif yang dapat menanyakan banyak hal melalui sejumlah pertanyaan; Sifatnya sangat subjektif, baik dalam menanyakan, dalam membuat pertanyaan, maupun
A. Kelemahan dan Kelebihan Tes Objektif Berikut adalah kelebihan dan kelemahan tes objektif menurut Arikunto 2009164-165. No. Kelebihan Kelemahan 1 Mengandung banyak segi positif, lebih representatif, dan objektif. Membutuhkan persiapan penyusunan soal yang sulit. 2 Pemeriksaan lebih mudah dan cepat. Soalnya cenderung mengungkapkan ingatan dan sukar mengukur proses mental. 3 Pemeriksaan dapat diserahkan pada orang lain. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan. 4 Tidak memiliki unsur subjektifitas dalam proses pemeriksaan. “Kerja sama” antarsiswa dalam mengerjakan tes lebih terbuka. B. Kelemahan dan Kelebihan Tes Subjektif/Esai Berikut adalah kelemahan dan kelebihan tes esai menurut Arikunto 2009163. No. Kelebihan Kelemahan 1 Mudah disiapkan dan disusun. Kadar validitas dan realibilitas rendah. 2 Tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung-untungan. Kurang representatif dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran. 3 Mendorong siswa untuk berani mengeluarkan pendapat serta menyusun dalam kalimat yang bagus. Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsur subjektif. 4 Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnya dengan gaya bahasanya sendiri. Pemeriksaannya lebih sulit. 5 Dapat diketahui sejauh mana siswa Waktu untuk koreksi lama dan tidak C. Persamaan dan Perbedaan Tes Objektif dan Subjektif/Esai Persamaan tes objektif dan tes subjektif secara umum adalah sama-sama digunakan untuk menilai dan mengevaluasi hasil belajar. Sedangkan perbedaan objektif dan tes esai menurut Purwanto 201336 adalah sebagai berikut. Ditinjau dari Tes Objektif Tes Subjektif/Esai Taksonomi hasil yang diukur Baik untuk mengukur hasil belajar tingkat pengetahuan, komprehensi, aplikasi, dan analisis. Tidak cocok untuk tingkat sintesis dan evaluasi Tidak efisien untuk pengetahuan. Baik untuk komprehensi, aplikasi, dan analisa. Sangat baik untuk tingkat sintesis dan evaluasi. Sampling isi/bahan Menggunakan jumlah item yang banyak, dapat mencakup atau mewakili bahan pelajaran yang luas. Menggunakan jumlah soal yang relatif kecil, hanya mencakup bahan yang terbatas tidak mewakili isi bahan yang luas. Persiapan membuat soal Mempersiapkan item adalah yang sukar dan memakan waktu. Mempersiapkan item yang baik adalah sukar, tetapi lebih mudah daripada mempersiapkan soal objektif. Penskoran Objektif, sederhana, dan keandalannya tinggi. Subjektif, sukar, dan kurang andal. Kemungkinan Mendorong siswa untuk mengingat, menginterpretasikan, dan menganalisa ide-ide orang lain. Mendorong siswa untuk mengorganisasi dan mengintegrasikan ide-idenya sendiri. Daftar Pustaka Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta Bumi Aksara. Purwanto, Ngalim. 2013. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung PT. Remaja Rosdakarya. Lokasi
Kelebihanujian objektif. 1. KelebihanUjianObjektif 1. Ia dapat merangkumi semua bidang pelajaran dan isi pelajaran secara luas. 2. Ia menjamin keadilan pemarkahan. 3. Ia memerlukan masa yang pendek untuk menjawab dan memeriksa.
Result for Keunggulan Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes Uraian Kangferdicom TOC Daftar IsiKeunggulan dan kelemahan tes objektif dan tes uraianNov 14, 2017 Disamping mempunyai keunggulan, tes objektif juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan antara lain Kebanyakan tes objektif hanya bisa mengukur proses berpikir rendah. Walaupun tujuan pembelajaran yang akan diukur sebenarnya lebih tinggi dari sekedar ingatan atau Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes Uraian Kangferdicom Sep 1, 2014 May 15, 2022 Kunci jawabannya adalah D. -Keunggulan tes objektif ialah dapat mencakup materi pelajaran yang lebih luas dan terperinci; m -Kelemahan tes objektif ialah lebih sukar menyusunnya, membuka peluang terjadinya penebakan, sukar dirmuskan untuk mengukur kemampuan jenjang tinggi, dan memerlukan biaya yang lebih besar -Kelebihan tes ...Evaluasi 14, 2017 Evaluasi November 14, 2017. Ilustrasi tes. Ini adalah tulisan ke-3 saya mengenai evaluasi pembelajaran. Sebelum kita ke pembahasan mengenai keunggulan dan kelemahan tes objektif dan tes uraian, Mari kita bahas mengenai perbandingan antara tes objektif dan tes uraian berikut ini. Proses berpikir yang ingin diukur oleh tes objektif adalah ...Kelebihan dan Keterbatasan dari Bentuk-Bentuk Penilaian Tes - KemenkeuMardapi, 2008 67 Bentuk tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu tes objektif dan tes subjektif esai atau uraian. Tes objektif adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawabannya. Tes bentuk objektif dapat dipilah menjadi tes benar-salah, tes menjodohkan, dan tes pilihan - Sebelum kita ke pembahasan mengenai FacebookSebelum kita ke pembahasan mengenai keunggulan dan kelemahan tes objektif dan tes uraian, Mari kita bahas mengenai perbandingan antara tes objektif dan...Keunggulan Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes Uraian Kangferdicom Keunggulan Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes Uraian Feb 24, 2018 Proses berpikir yang ingin diukur oleh tes objektif yakni semua jenjang proses berpikir Tetapi lebih sempurna dipakai untuk mengukur proses berpikir Ingatan, pemahaman, dan Objektif dan kelemahan tes objektif dan tes uraian; Tes Objektif; Tes ObjektifKeunggulan Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes Uraian - Kelompok 4Tes uraian memilik kelebihan di antaranya dapat mengukur proses mental yang tinggi atau aspek kognitif tingkat tinggi, dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, baik lisan maupun tulisan, dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa, dapat melatih kemampuan berfikir teratur atau penalaran, yakni berfikir logis, analtis, dan ...Keunggulan dan Kelemahan Tes Objektif dan Uraian1. Dapat mengukur proses berpikir tinggi. 2. Tepat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang kompleks . 3. Lebih cepat untuk menulis satu set tes uraian. 4. Menulis tes uraian yang baik relative lebih mudah. D. Kelemahan Tes Uraian 1. Terbatasnya sampel materi yang ditanyakan. 2. Sukar memeriksa jawaban Tes Uraian Kelebihan dan Kelemahan Tes Bentuk Uraian - 123dokTes menurut bentuknya dibedakan menjadi dua macam, yaitu 1. Tes uraian essay test 2. Tes objektif objective test Kedua bentuk tes tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain dan masing-masing mempunyai kebaikan serta kelemahan. 3. Tes Uraian Essay Test a. Pengertian Tes UraianOLEH Dedi H. Hafid - Direktori File UPI3. Denganmenggunakantesobjektifmakapemberian skorpadasetiapsiswadapatdilakukandengancepat, tepatdankonsistenkarenajawabanyangbenaruntuk setiapbutirsoalsudahjelasdanpasti. K unggulan Tes Objektif Lanjutan 4. Dengantesobjektifkhususnyapilihanganda,akan memungkinkanuntukdilakukananalisisbutirsoal. 5. Tingkatkesukaranbutirsoaldapatdikendalikan. OBJEKTIF PENGERTIAN, JENIS, CONTOH, KELEMAHAN DAN KELEBIHANOct 19, 2019 1. Tes Benar Salah True-False Soal-soalnya berupa pernyataan-pernyataan. Pernyataan tersebut ada yang benar ada yang salah. Orang yang ditanya bertugas untuk menandai masing-masing pernyataan tersebut dengan melingkari B untuk pernyataan yang betul menurutnya dan S untuk pernyataan yang OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF KELEMAHAN, KELEBIHAN, PERSAMAAN, DAN Oct 19, 2019 Pemeriksaannya lebih sulit. Persamaan tes objektif dan tes subjektif secara umum adalah sama-sama digunakan untuk menilai dan mengevaluasi hasil belajar. Sedangkan perbedaan objektif dan tes esai menurut Purwanto 201336 adalah sebagai berikut. Baik untuk mengukur hasil belajar tingkat pengetahuan, komprehensi, aplikasi, dan Dan Kekurangan Tes Berbentuk Objektif Dan Esai Type 1 Tes Obyektif. Tes obyektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. 1. hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari bentuk test esai. Kebaikan kebaikannya a; Mengandung lebih banyak segi-segi positif, misalnya lebih representatif mewakili isi. Keunggulan Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes UraianFeb 24, 2018 Penulis aha Diterbitkan February 24, 2018 Evaluasi Ilustrasi tes Ini yakni goresan pena ke-3 saya mengenai evaluasi pembelajaran. Sebelum kita ke pembahasan mengenai keunggulan dan kelemahan tes objektif dan tes uraian, Mari kita bahas mengenai perbandingan antara tes objektif dan tes uraian berikut ini. style="displayblock; text-aligncenter;"KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TES OBJEKTIF DAN TES URAIAN - YouTubeDalam video ini akan di bahas tuntas tentang kelebihan dan kekurang tes objektif dan tes uraian. sima... Setiap jenis tes itu mempunyai kelebihan dan DEDI H. HAFID - Direktori File UPITulislah tes uraian berdasarkan perencanaan tes yang telah Anda buat. 2. Gunakan tes uraian untuk mengukur hasil belajar yang sukar atau tidak tepat jika diukur dengan tes objektif 3. Kembangkan butir soal tersebut dari suatu kasus. Dari kasus tersebut tuliskan beberapa pertanyaan yang Anda inginkan. 4. Gunakan tes uraian dan Kekurangan Tes Objektif Pilihan Ganda1. Butir harus sesuai dengan indicator yang ditetapkan 2. Hanya ada satu jawaban yang benar 3. Pengecoh homogin, dan berfungsi Kelebihan tes bentuk obyektif Lingkup materi yang diujikan luas sehingga dapat mewakili materi yang sudah diajarkan representatif Tingkat validitas isi relatif tinggi Proses koreksi dan penyekoran mudah dan obyektifKEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TES HASIL BELAJAR - KemenagJun 23, 2020 KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TES HASIL BELAJAR. By. Weldan Firnando Smith, Widyaiswara Ahli Madya . ABSTRAK. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan 1 Keunggulan pada bentuk tes uraian dan tes objektif, 2 Kelemahan pada bentuk tes uraian dan tes objektif .PDF PENGGUNAAN TES URAIAN DIBANDINGKAN DENGAN TES - ResearchGateSep 1, 2007 ukur berupa tes uraian dan tes objektif berbentuk pilihan ganda. Secara umum tes dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk mengukur atau penguasaan objek ukur terhadap sepera ngkat isi ...Keunggulan Dan Kelemahan Tes PDF - Scribdbercerita. Kedua tes tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang akan. diuraikan dalam penjelasan dibawah ini. A. TES OBJEKTIF. 1. Keunggulan. a. Tes ini tepat untuk mengukur proses berfikir rendah hingga sedang yang. mencakup daya ingat, pemahaman, dan Tes Objektif Kebaikan dan Kelemahan tes Objektif - 123dokSuharsimi Arikunto 2001 164-165 mengemukakan beberapa kebaikan dan kelemahan tes objektif. Kebaikan-kebaikannnya 1. Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif, misalnya lebih representatif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang Keywords For Keunggulan Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes Uraian Kangferdicom For You
Beberapatahap penyusunan tes pilihan ganda adalah: 1. Tuliskan pernyataan terlebih dahulu. Pernyataan sebaiknya memperkenalkan masalah, dan ditulis dengan singkat dan jelas. Contoh: Terdapat tiga wujud benda yaitu padat, cair dan gas. Masing-masing wujud benda memiliki Kesamaan dan perbedaan.
Isi dari buku ini meliputi Konsep Dasar Penilaian Hasil Belajar, Teknik Penilaian Dalam Pembelajaran, Prosedur Penilaian Hasil Belajar, Konstruksi Penyusunan Tes, Tes Objektif, Penulisan Butir Soal, Penilaian Afektif, Tes Acuan Kriterion Dan Tes Acuan Norma, Analisis Butir Soal, Perbaikan dan Perakitan Soal dan Pelaporan hasil penilaian
Kelemahantes obyektif bentuk melengkapi Completion Test a . 22 Feb 2019 D Kebaikan dan Kelemahan Tes Objektif kekurangan Vitamin C a penyakit rabun ayam kekurangan vitamin B kompleks b Tes melengkapi ialah butir soal atau kiprah yang jawabannya diisi oleh penerima tes dengan . Tes Hasil Belajar merupakan Keliru satu jenis tes yang dipakai untuk
Salah satu konsep Psikologi yang paling dikenal oleh masyarakat pada umumnya mungkin adalah tes kepribadian. Pasalnya, itulah yang dikenal orang-orang ketika ingin berpartisipasi dalam proses-proses penting dalam hidupnya. Dari masuk SMA, kuliah, mencari kerja, masuk organisasi, bahkan ketika ingin menikah! Tujuannya baik, dan kebanyakan ingin menguji kecocokan pola pikir dan emosional individu dengan tujuan tertentu. Namun, tahukah kamu kalau tes kepribadian memiliki banyak tipe? Tidak melulu hanya tes melengkapi gambar dalam 8 kotak. Berbeda tes, berbeda pula tujuannya. Berbeda pula kelebihan dan kekurangannya. Artikel kali ini akan menjelaskan beberapa diantaranya agar kamu lebih mengenal tes-tes kepribadian ini. Yuk, simak! Itulah beberapa tes kepribadian yang cukup populer di kalangan praktisi Psikologi maupun non-Psikologi. Setiap tes tidak bersifat universal, dan umumnya cocok untuk mengukur hal yang spesifik saja. Kelebihannya memang bisa membantu orang lain dan individu sendiri untuk lebih mengenal dirinya, terutama aspek yang tersembunyi dan tidak disadari. Sehingga, memudahkan pendekatan untuk permasalahan dan pengembangan diri. Di lain sisi, disarankan untuk tidak secara absolut merasa tes kepribadian mampu merepresentasikan diri kamu secara akurat. Tes bersifat prediktif, artinya hanya bisa memprediksi dengan tingkat akurasi tertentu tidak 100%. Apalagi bila tes tersebut disalahgunakan tanpa supervisi Psikolog ketika mengadministrasikan atau mendiagnosanya. Jangan percaya juga dengan berbagai buku sejenis “lulus psikotes/tes kepribadian masuk perusahaan/menjadi PNS”. Karena, logikanya adalah, kepribadian bukan ujian kecerdasan dan keterampilan. Tidak ada yang benar dan salah. Sehingga, tidak ada jalan pintas. Banyak tipe kepribadian yang modern sudah dilengkapi kemampuan mendeteksi inkonsistensi dan percobaan pemalsuan. Terakhir, prioritaskan dirimu pada pengalaman, kemampuan, dan intelegensi ketika mencari kerja yang lebih penting untuk kehidupan pekerjaan, kampus, dan keluarga. Justru cara mengetahui kepribadian pola pikir, interaksi, dan berperilaku secara sadar maupun tidak diri sendiri ataupun orang lain secara akurat dan cara menghadapinya butuh waktu. Waktu untuk berinteraksi, mengobservasi, dan yang paling penting, memahami–baik itu terjadi di ruangan psikolog maupun di sebuah kafe yang santai.
2Kelebihan dan Kelemahan Soal Subyektif. a.Kelebihan. Diantara kelebihan dari tes subyektif adalah: 1)Mudah disiapkan dan disusun. 2)Peserta didik (testee) bebas menjawab. 3)Mendorong peserta didik (testee) melatih mengemukakan gagasan dalam kalimat yang baik.
100% found this document useful 1 vote2K views6 pagesDescriptionpenjelasan singkatCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsRTF, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote2K views6 pagesKelebihan Dan Kekurangan Tes Berbentuk Objektif Dan Esai Type 1Jump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
EOMb. 751b4zbusl.pages.dev/333751b4zbusl.pages.dev/293751b4zbusl.pages.dev/162751b4zbusl.pages.dev/56751b4zbusl.pages.dev/79751b4zbusl.pages.dev/485751b4zbusl.pages.dev/354751b4zbusl.pages.dev/473
kelebihan dan kekurangan tes objektif